selesai nonton sebuah film karya anak negeri.
satu pesan yang paling saya ingat adalah hidup itu indah. mungkin kisah yang diceritakan dalam film tersebut tidak mungkin terjadi dalam kehidupan jakarta yang kebanyakan penghuninya selalu mementingkan diri sendiri. namun, saya masih yakin nilai-nilai positif yang disampaikan dalam film tersebut masih ada. betapa kehidupan akan selalu indah jika kita saling menolong, saling menyayangi, saling mengasihi saling peduli, jujur. kisah pak pak guru yang divonis mengidap penyakit Alzheimer. pak guru selalu lupa kejadian yang dialaminya kemaren menjadi tiada masalah ketika lingkungan membantunya. kisah Iin yang jauh-jauh datang ke jakarta untuk bisa menjadi malapetaka jika Iin tidak ditolong. begitu juga dengan kisah lainnya yang juga mengharukan.
mengutip pesan yang disampaikan Adinda dalam kisah film ini:
TENTANG CINTA
Apa yang kita ingat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita
Nama tempat, nama permainan, nama teman, atau nama kejadian
Adalah hal-hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa
Tapi tidak dengan RASA
Rasa senang, rasa sedih yang akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang
perjalanan kita
Dan semakin kita dewasa kita akan menyadari bahwa diantara kenangan-kenangan
tersebut ada satu rasa yang paling besar
Yaitu CINTA
Karena ketika satu persatu cerita berhenti dan menjadi kenangan
Cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertai dia
Cinta yang tak terlihat oleh mata, tak teraba oleh tangan, tapi dia ada
Bahkan sejak kita belum bisa mengucakannya
Cinta yang sejati, cinta yang ketika kita kira sudah pergi,
ternyata Cuma bersembunyi, menunggu untuk kembali lagi
tak bisa dipungkiri apa yang disampaikan benar adanya.
begitu juga dengan salah satu sound track yang ada di film ini, yang sebenarnya merupakan lagu lama karya Padi:
Kasih tak sampai
Indah..
Terasa indah..
Bila kita terbuai dalam alunan cinta..
Sedapat mungkin terciptakan rasa..
Keinginan saling memiliki
Namun bila,
Itu semua dapat terwujud
Dalam satu ikatan cinta
Tak semudah seperti yang pernah terbayang..
Menyatukan perasaan….
Tetaplah menjadi bintang dilangit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini,
Agar menjadi saksi cinta kita
Berdua…
Berdua..
Sudah..
Lambat sudah…
Kini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini
Menjadi saksi kita berdua
yang terakhir saya bukan orang yang pandai bercerita tapi melihat film ini membuatku masi yakin akan nilai-nilai positif negeri ini yang sudah semakin menipis atau bahkan mulai memudar, dimana kita lihat berita yang menayangkan tentang kekerasan, korupsi, penipuan, pembunuhan dan sejenisnya semakin banyak. bahkan tiada hari tanpa berita semacam itu.
satu pesan yang paling saya ingat adalah hidup itu indah. mungkin kisah yang diceritakan dalam film tersebut tidak mungkin terjadi dalam kehidupan jakarta yang kebanyakan penghuninya selalu mementingkan diri sendiri. namun, saya masih yakin nilai-nilai positif yang disampaikan dalam film tersebut masih ada. betapa kehidupan akan selalu indah jika kita saling menolong, saling menyayangi, saling mengasihi saling peduli, jujur. kisah pak pak guru yang divonis mengidap penyakit Alzheimer. pak guru selalu lupa kejadian yang dialaminya kemaren menjadi tiada masalah ketika lingkungan membantunya. kisah Iin yang jauh-jauh datang ke jakarta untuk bisa menjadi malapetaka jika Iin tidak ditolong. begitu juga dengan kisah lainnya yang juga mengharukan.
mengutip pesan yang disampaikan Adinda dalam kisah film ini:
TENTANG CINTA
Apa yang kita ingat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita
Nama tempat, nama permainan, nama teman, atau nama kejadian
Adalah hal-hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa
Tapi tidak dengan RASA
Rasa senang, rasa sedih yang akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang
perjalanan kita
Dan semakin kita dewasa kita akan menyadari bahwa diantara kenangan-kenangan
tersebut ada satu rasa yang paling besar
Yaitu CINTA
Karena ketika satu persatu cerita berhenti dan menjadi kenangan
Cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertai dia
Cinta yang tak terlihat oleh mata, tak teraba oleh tangan, tapi dia ada
Bahkan sejak kita belum bisa mengucakannya
Cinta yang sejati, cinta yang ketika kita kira sudah pergi,
ternyata Cuma bersembunyi, menunggu untuk kembali lagi
tak bisa dipungkiri apa yang disampaikan benar adanya.
begitu juga dengan salah satu sound track yang ada di film ini, yang sebenarnya merupakan lagu lama karya Padi:
Kasih tak sampai
Indah..
Terasa indah..
Bila kita terbuai dalam alunan cinta..
Sedapat mungkin terciptakan rasa..
Keinginan saling memiliki
Namun bila,
Itu semua dapat terwujud
Dalam satu ikatan cinta
Tak semudah seperti yang pernah terbayang..
Menyatukan perasaan….
Tetaplah menjadi bintang dilangit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini,
Agar menjadi saksi cinta kita
Berdua…
Berdua..
Sudah..
Lambat sudah…
Kini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini
Menjadi saksi kita berdua
yang terakhir saya bukan orang yang pandai bercerita tapi melihat film ini membuatku masi yakin akan nilai-nilai positif negeri ini yang sudah semakin menipis atau bahkan mulai memudar, dimana kita lihat berita yang menayangkan tentang kekerasan, korupsi, penipuan, pembunuhan dan sejenisnya semakin banyak. bahkan tiada hari tanpa berita semacam itu.